TRIBUN GROUP.COM. Jakarta — Nama Haryanto P. Varendi atau yang akrab disebut Cagubnya Rakyat sudah tidak asing lagi di tengah masyarakat Lampung. Namanya kerap terdengar bukan hanya di perkotaan melainkan juga hingga kepelosok pedesaan.

Jejaknya yang sering blusukan ke Kota dan Desa-desa membuatnya menjadi sosok yang benar-benar berbeda dari para calon pimpinan pada umumnya. Kesederhanaan yang tidak dibuat-buat atau natural melekat pada sosoknya dan dikenal kerap membantu warga dalam mengentaskan berbagai persoalan atau permasalahan warga tanpa pamrih membuatnya menjadi calon Gubernur yang kehadirannya dianggap sebagai harapan Lampung yang lebih baik.

Menjelang Ibadah Puasa Ramadhan, Haryanto P. Varendi menyampaikan ajakannya kepada masyarakat untuk berhijrah. Hijrah atau berpindah dari hal yang tidak baik menuju hal yang baik.

“Saya tidak menganggap diri saya baik. Bahkan saya merasa diri saya masih jauh dari kata baik sehingga sebenarnya saya malu jika saya mengajak saudara sebangsa untuk Hijrah menjadi baik karna saya sendiri mungkin belum menjadi baik. Namun mengajak dalam kebaikan merupakan hal yang baik dan selayaknya kita lakukan pada sesama. Maka di menjelang Bulan Suci Ramadhan ini mari Kita berusaha menjadi sosok yang lebih baik dari sebelumnya. Mungkin kemarin Kita belum menjadi sosok yang baik, paling tidak hari ini ketidak baikan kita dapat berkurang.” Ucapnya, ketika dijumpai awak media di cempaka putih tengah Jakarta Pusat.

Lanjutnya kembali ;

” Bulan Suci Ramadhan merupakan Bulan yang mulia dan penuh keberkahan. Di bulan ini segala amal perbuatan memperoleh pahala berlipat, maka mari kita berlomba-lomba dalam melakukan berbagai kebaikan yang salah satunya memberikan makan saudara-saudara Kita yang tidak mampu atau saudara-saudara Kita yang kelaparan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani dalam Ceramahnya yang tersingkat sepanjang sejarahnya bahwa satu suap yang dimasukkan kedalam perut orang yang lapar lebih baik dari membangun 1000 masjid jami, lebih baik dari memberik kain kiswah Ka’bah dengan kain Sutra, lrbih baik dari orang yang Qiyamullail dan Rukuk, dan lebih baik dari berjihad melawan kekafiran dengan pedang yang terhunus, dan lebih baik dari berpuasa sepanjang tahun di waktu panas. Jika makanan itu masuk diperut orang yang lapar. Maka ia mempunyai cahaya seperti cahaya matahari yang terang benderang. Sungguh beruntung bagi orang yang memberi makan orang yang lapar. Begitulah yang dikatakan oleh Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani. Semoga Kita semua menjadi orang-orang yang peduli dan mau berbagi kepada sesama. “Tuturnya.
(tribungroup.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like